PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
PsikofarmakologiAdiksi

3,4-metilendioksi-metamfetamin

3,4-methylene-dioxymethamphetamine

Ringkasan Singkat

Zat psikoaktif sintetis yang dikenal sebagai MDMA atau ekstasi, yang memiliki efek stimulan dan halusinogen ringan.

3,4-metilendioksi-metamfetamin (MDMA) adalah obat terlarang yang populer dengan nama jalanan 'ekstasi' atau 'molly'. Zat ini bekerja terutama dengan meningkatkan pelepasan dan menghambat reuptake neurotransmiter serotonin, dopamin, dan norepinefrin di otak. Pengguna biasanya merasakan peningkatan empati, euforia, kedekatan sosial, dan distorsi waktu serta persepsi sensorik.

Meskipun sering disalahgunakan untuk tujuan rekreasi, dalam beberapa tahun terakhir MDMA telah menjadi subjek penelitian intensif dalam psikoterapi yang dibantu obat (MDMA-assisted psychotherapy), terutama untuk pengobatan Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD). Namun, penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada neuron serotonergik dan memicu depresi berat, kecemasan, serta gangguan memori. Keamanan dan efikasinya masih terus dipantau secara ketat oleh badan kesehatan dunia.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Mithoefer, M. C., et al. (2018). MDMA-assisted psychotherapy for treatment of PTSD. The Lancet Psychiatry.
  • NIDA (National Institute on Drug Abuse)
Terverifikasi
Editor: Victory Kamilio Hadi
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 27 Juni 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback