apatis
apathetic
Ringkasan Singkat
Suatu kondisi dimana seseorang menunjukkan kurangnya minat, motivasi, kepedulian, atau respons emosional terhadap sesuatu.
Dalam psikologi, apatis bukan sekadar rasa malas atau kebosanan sementara. Apatis merupakan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan motivasi, minat, atau keterlibatan emosional terhadap berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, hingga kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan.
Apatis dapat muncul karena berbagai faktor, seperti stres berkepanjangan, kelelahan emosional, trauma, atau gangguan kesehatan mental tertentu. Dalam beberapa kasus, apatis juga berkaitan dengan kondisi neurologis yang memengaruhi fungsi otak, terutama bagian yang berhubungan dengan motivasi dan emosi.
Seseorang yang mengalami apatis mungkin terlihat kurang bersemangat, tidak tertarik mengikuti kegiatan, atau tidak memberikan respons emosional yang kuat terhadap situasi di sekitarnya. Mereka juga dapat mengalami kesulitan untuk memulai aktivitas atau mempertahankan motivasi dalam jangka waktu lama.
Meskipun terlihat mirip, apatis berbeda dengan introversi. Orang introvert tetap dapat memiliki minat, tujuan, dan emosi yang kuat, sedangkan apatis lebih berkaitan dengan berkurangnya dorongan emosional maupun motivasi terhadap berbagai hal.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- American Psychological Association. (n.d.). Apathy. APA Dictionary of Psychology. Retrieved June 2, 2026, from APA Dictionary of Psychology – Apathy
- Marin, R. S. (1991). Apathy: A neuropsychiatric syndrome. The Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences, 3(3), 243–254. https://doi.org/10.1176/jnp.3.3.243
- Cleveland Clinic. (2023). Apathy: Symptoms, causes & treatment. Cleveland Clinic – Apathy
- Starkstein, S. E., & Leentjens, A. F. G. (2008). The nosological position of apathy in clinical practice. Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, 79(10), 1088–1092. https://doi.org/10.1136/jnnp.2007.136895
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.