Bias Konfirmasi
confirmation bias
Ringkasan Singkat
Kecenderungan seseorang untuk secara aktif mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang mendukung keyakinan yang sudah mereka miliki sebelumnya, sembari mengabaikan informasi yang bertentangan.
Bias konfirmasi adalah sebuah kecenderungan kognitif di mana individu cenderung mencari, menafsirkan, mendukung, dan mengingat informasi dengan cara yang mengkonfirmasi keyakinan atau hipotesis yang sudah mereka miliki sebelumnya. Fenomena ini seringkali terjadi tanpa disadari, memengaruhi cara kita memproses informasi di dunia sekitar.
Praktiknya, bias konfirmasi menyebabkan seseorang lebih menekankan atau secara aktif mengejar bukti-bukti yang mendukung pandangan awalnya, sementara pada saat yang sama cenderung mengabaikan, meremehkan, atau bahkan gagal mencari bukti yang bertentangan.
Contoh:
Seseorang yang sudah percaya bahwa salah satu merek smartphone adalah yang terbaik akan cenderung membaca dan mempercayai ulasan-ulasan yang memuji merek tersebut, sementara ulasan negatif tentang merek yang sama akan langsung dianggap tidak kredibel atau dibuat oleh orang yang tidak tahu. Demikian pula, ia akan lebih mudah mempercayai ulasan buruk tentang merek pesaing tanpa banyak mempertanyakan kebenarannya. Inilah bias konfirmasi dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Wason, P. C. (1960). On the failure to eliminate hypotheses in a conceptual task. Quarterly Journal of Experimental Psychology, 12(3), 129-140.
- Mynatt, C. R., Doherty, M. E., & Tweney, R. D. (1977). Confirmation bias in a simulated research environment. Quarterly Journal of Experimental Psychology, 29(1), 85-95.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.