Bias Pengamat
observer bias
Ringkasan Singkat
Harapan, keyakinan, atau preferensi pribadi peneliti yang secara tidak sengaja memengaruhi hasil pencatatan selama studi observasional.
Bias pengamat merujuk pada segala bentuk ekspektasi, keyakinan, atau preferensi pribadi dari seorang peneliti yang secara tidak sengaja memengaruhi cara mereka mencatat atau menginterpretasikan data selama studi observasional. Hal ini dapat menyebabkan data yang dikumpulkan menjadi tidak akurat karena cenderung mendukung hipotesis awal peneliti.
Contoh:
SSeorang peneliti sedang menguji efektivitas obat baru untuk mengatasi kecemasan. Ia tahu mana peserta yang mendapat obat sungguhan dan mana yang mendapat plasebo. Secara tidak sadar, ia cenderung menilai laporan peserta yang mendapat obat sungguhan lebih positif, mengajukan pertanyaan dengan nada yang lebih optimis kepada mereka, dan menginterpretasikan jawaban ambigu lebih menguntungkan bagi kelompok tersebut. Hasilnya, data yang terkumpul bisa lebih bias daripada kenyataan
Untuk meminimalkan bias ini, peneliti sering kali menggunakan protokol pengamatan yang sangat ketat atau menggunakan beberapa pengamat independen (reliabilitas antar-penilai). Kesadaran akan adanya potensi bias ini sangat penting dalam menjaga integritas dan validitas hasil penelitian ilmiah.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- APA Dictionary of Psychology.
- Pfungst, O. (1911). Clever Hans (the horse of Mr. Von Osten): A contribution to experimental animal and human psychology. Henry Holt.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.