Bias seleksi
Selection bias
Ringkasan Singkat
Kesalahan yang terjadi dalam penelitian ketika kelompok yang dipilih untuk dipelajari tidak benar-benar mewakili populasi yang lebih luas, sehingga hasil penelitian menjadi miring atau tidak akurat.
Bias seleksi mengacu pada situasi di mana bias penelitian diperkenalkan akibat faktor-faktor yang berkaitan dengan peserta penelitian. Bias seleksi dapat masuk melalui metode yang digunakan untuk memilih populasi yang menjadi objek penelitian, metode pengambilan sampel, atau rekrutmen peserta. Bias seleksi terjadi ketika pemilihan subjek ke dalam sebuah studi, atau kemungkinan mereka tetap dalam studi tersebut, menghasilkan hasil yang secara sistematis berbeda dari populasi sasaran.
Contoh:
Bayangkan sebuah penelitian tentang efektivitas program diet baru yang hanya merekrut peserta dari komunitas lari dan kebugaran. Hasilnya mungkin menunjukkan program tersebut sangat efektif, namun kenyataannya, orang-orang yang bergabung dalam komunitas kebugaran sudah lebih termotivasi dan aktif dari rata-rata orang. Temuan itu tidak bisa digeneralisasikan kepada semua orang karena sampelnya tidak representatif. Inilah bias seleksi yang membuat kesimpulan penelitian menjadi menyesatkan.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Hernán, M. A., et al. (2004). A structural approach to selection bias.
- Sackett, D. L. (1979). Bias in analytic research. Journal of Chronic Diseases, 32(1-2), 51-63.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.