Burnout
burnout
Ringkasan Singkat
Kelelahan fisik, emosional, atau mental yang disertai penurunan motivasi, kinerja, dan sikap negatif, sering terjadi pada profesional di pekerjaan pelayanan atau individu dengan stres kronis.
Burnout adalah suatu keadaan kelelahan fisik, emosional, atau mental yang disertai dengan penurunan motivasi, kinerja yang lebih rendah, dan sikap negatif terhadap diri sendiri serta orang lain. Kondisi ini timbul akibat berkinerja pada tingkat tinggi secara terus-menerus hingga stres dan ketegangan, terutama dari pengerahan tenaga fisik atau mental yang ekstrem dan berkepanjangan atau beban kerja yang berlebihan, mulai berdampak negatif. Istilah ini pertama kali digunakan dalam pengertian ini pada tahun 1975 oleh psikolog AS Herbert J. Freudenberger (1926–1999) yang merujuk pada pekerja di klinik dengan beban kasus yang berat.
Burnout paling sering diamati pada para profesional yang bekerja di bidang pelayanan (misalnya, pekerja sosial, guru, petugas lembaga pemasyarakatan) dan mengalami tingkat stres kronis yang tinggi. Kondisi ini dapat menjadi sangat akut pada terapis atau konselor yang melakukan pekerjaan trauma, yang merasa kewalahan oleh trauma sekunder kumulatif akibat menyaksikan dampaknya pada orang lain. Burnout juga dialami oleh atlet ketika terus-menerus terpapar stres yang terkait dengan kinerja tanpa imbalan atau istirahat yang sepadan. Jika berlangsung dalam waktu lama, burnout dapat memengaruhi kesehatan mental maupun fisik, termasuk meningkatkan risiko gangguan tidur, kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan lainnya.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
- Mahasiswa merasa sangat lelah dan kehilangan motivasi setelah menghadapi tugas dan ujian tanpa istirahat yang cukup.
- Karyawan mulai merasa emosional, mudah marah, dan tidak bersemangat bekerja karena tekanan pekerjaan yang terus-menerus.
- Seorang atlet kehilangan minat berlatih setelah mengalami tekanan kompetisi dalam jangka panjang.
Istilah burnout mulai populer melalui penelitian Herbert Freudenberger pada tahun 1970-an mengenai kelelahan emosional pada pekerja layanan sosial dan kesehatan.
World Health Organization juga mengakui burnout sebagai fenomena yang berkaitan dengan pekerjaan dalam International Classification of Diseases (ICD-11).
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- American Psychological Association. (n.d.). Burnout. APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/burnout
- Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology, 52(1), 397-422.
- World Health Organization. (2019). Burn-out an "occupational phenomenon": International Classification of Diseases. Retrieved from https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases
- Freudenberger, H. J. (1974). Staff burn-out. Journal of Social Issues, 30(1), 159–165. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1974.tb00706.x
- Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behavior, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.