PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi KognitifPsikologi Sosial

Efek Kebaruan

Recency effect

Ringkasan Singkat

Kecenderungan seseorang untuk lebih mudah mengingat informasi yang disajikan paling akhir dalam sebuah urutan daripada informasi sebelumnya.

Efek recency adalah bias kognitif yang mengacu pada kecenderungan kita untuk lebih baik mengingat item atau informasi yang disajikan paling akhir dalam sebuah rangkaian. Fenomena ini terjadi karena item-item tersebut masih segar dalam memori jangka pendek atau memori kerja kita. Efek recency dapat secara nyata memengaruhi keputusan kita karena informasi terbaru yang kita terima mudah diakses dalam memori jangka pendek kita.

Efek ini sering dikontraskan dengan efek primasi (primacy effect), di mana informasi yang pertama kali muncul juga cenderung diingat dengan baik.

Contoh:

Bayangkan seorang pembeli yang sedang mempertimbangkan lima pilihan produk dari seorang sales. Setelah presentasi selesai, pembeli itu paling kuat mengingat produk terakhir yang dijelaskan, meskipun semua produk sudah dijelaskan dengan porsi yang sama. Inilah efek recency dalam pengambilan keputusan, yang membuat informasi terakhir terasa paling relevan dan mudah diakses saat membuat pilihan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Glanzer, M., & Cunitz, A. R. (1966). Two storage mechanisms in free recall. Journal of Verbal Learning and Verbal Behavior, 5(4), 351-360.
  • Peterson, L. R., & Peterson, M. J. (1959). Short-term retention of individual verbal items. Journal of Experimental Psychology, 58(3), 193-198.
Terverifikasi
Editor: Victory Kamilio Hadi
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 27 Juni 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback