kemalasan sosial
social loafing
Ringkasan Singkat
Pengurangan upaya individu yang terjadi saat bekerja dalam kelompok dibandingkan saat bekerja sendirian.
Kemalasan sosial (social loafing) adalah fenomena di mana individu mengeluarkan upaya yang lebih sedikit ketika mereka bekerja secara kolektif dalam kelompok dibandingkan ketika mereka bekerja secara individual. Fenomena ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1979 oleh psikolog sosial Bibb Latané, Kipling D. Williams, dan Stephen G. Harkins. Hal ini sering terjadi karena adanya penyebaran tanggung jawab di mana kontribusi individu sulit untuk diidentifikasi.
Untuk meminimalkan kemalasan sosial, penting bagi kelompok untuk menetapkan akuntabilitas individu yang jelas dan membuat tugas menjadi lebih bermakna. Kemalasan sosial berkaitan erat dengan konsep gangguan sosial (social interference) dan dapat menurunkan produktivitas tim secara signifikan jika tidak dikelola dengan baik.
Contoh:
Bayangkan sebuah kelompok mahasiswa yang mendapat tugas presentasi bersama. Dari lima anggota kelompok, hanya dua atau tiga orang yang aktif mengerjakan materi, mencari referensi, dan membuat slide. Sementara itu, anggota lainnya merasa bahwa kontribusi mereka tidak akan terlalu diperhatikan karena hasilnya dinilai sebagai pekerjaan kelompok. Mereka pun memilih untuk "ikut-ikutan" saja tanpa banyak berkontribusi. Inilah social loafing yang sangat umum terjadi di lingkungan akademis dan tempat kerja.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Ringelmann, M. (1913). Research on animate sources of power: The work of man. Annales de l'Institut National Agronomique, 12, 1-40.
- Latané, B., Williams, K., & Harkins, S. (1979). Many hands make light the work: The causes and consequences of social loafing. Journal of Personality and Social Psychology, 37(6), 822-832.
- Wikipedia. (2026). Social loafing. https://en.wikipedia.org/wiki/Social_loafing
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.