Kepemimpinan Otoriter
Authoritarian Leadership
Ringkasan Singkat
Gaya kepemimpinan di mana satu individu memegang semua kekuasaan pengambilan keputusan dan menuntut kepatuhan penuh dari bawahannya tanpa ruang untuk berpendapat.
Kepemimpinan otoriter mengacu pada perilaku seorang pemimpin yang menegaskan otoritas dan kontrol kuat atas bawahannya serta menuntut kepatuhan tanpa pertanyaan dari mereka. Pemimpin yang sangat otoriter menuntut bawahannya untuk mencapai kinerja terbaik dan membuat semua keputusan penting dalam tim mereka sendiri. Dikenal juga sebagai kepemimpinan koersif atau diktatorial, pemimpin otoriter cenderung memegang semua wewenang pengambilan keputusan untuk diri mereka sendiri, termasuk keputusan tentang kebijakan, prosedur, tugas, struktur, penghargaan, dan hukuman. Gaya ini tidak memberikan ruang bagi bawahan untuk menyampaikan pendapat maupun terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Konseptualisasi akademis formal dari gaya kepemimpinan otoriter berakar langsung dari penelitian eksperimental perintis yang dilakukan oleh Kurt Lewin, Ronald Lippitt, dan Ralph K. White pada akhir tahun 1930-an. Eksperimen psikologi sosial ini bertujuan untuk membandingkan secara ilmiah efek dari iklim kepemimpinan yang berbeda, yaitu otoriter, demokratis, dan laissez-faire, terhadap dinamika kelompok, produktivitas, dan moral pada sekelompok anak laki-laki berusia sepuluh tahun yang mengikuti kegiatan klub hobi. Penelitian ini menjadi landasan dalam memahami bagaimana gaya kepemimpinan membentuk perilaku kelompok secara langsung
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Pizzolitto, E., Verna, I., & Venditti, M. (2023). Authoritarian leadership styles and performance: a systematic literature review and research agenda: E. Pizzolitto et al. Management Review Quarterly, 73(2), 841-871.
- Lewin, K., Lippitt, R., & White, R. K. (1939). Patterns of aggressive behavior in experimentally created social climates. Journal of Social Psychology, 10(2), 271-299.
- Downton, J. V. (1973). Rebel Leadership: Commitment and charisma in the revolutionary process. Free Press.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.