Keseimbangan kerja–hidup
work–life balance
Ringkasan Singkat
Keadaan di mana seseorang mampu menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, keluarga, dan waktu luang.
Dalam psikologi, work-life balance berkaitan dengan kemampuan seseorang mengatur waktu, energi, dan perhatian antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ketidakseimbangan dapat menyebabkan stres, kelelahan emosional, dan berkurangnya kepuasan hidup.
Seseorang yang memiliki work-life balance yang baik umumnya mampu memenuhi tanggung jawab pekerjaan tanpa mengabaikan kebutuhan pribadi maupun hubungan sosial. Hal ini tidak selalu berarti pembagian waktu yang sama, tetapi lebih kepada terciptanya keseimbangan yang sehat sesuai kebutuhan individu.
Perkembangan teknologi dan budaya kerja yang selalu terhubung dapat membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi semakin kabur. Karena itu, kemampuan menetapkan batasan, mengatur prioritas, dan menyediakan waktu untuk istirahat menjadi bagian penting dari work-life balance.
Penelitian menunjukkan bahwa work-life balance yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, produktivitas, dan kepuasan kerja.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
- Karyawan tetap menyediakan waktu untuk keluarga meskipun memiliki pekerjaan yang sibuk.
- Mahasiswa mengatur jadwal belajar dan waktu istirahat agar tidak kelelahan.
- Seseorang menghindari membawa pekerjaan ke waktu libur demi menjaga kesehatan mental.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work-Life Balance: A Review and Extension of the Literature.
- APA Dictionary of Psychology
- World Health Organization. (2022). Mental health at work. WHO – Mental Health at Work
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.