PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
PsikopatologiPsikologi Klinis

Piromania

pyromania

Ringkasan Singkat

Gangguan kontrol impuls yang ditandai dengan dorongan berulang untuk menyalakan api demi kepuasan internal, tanpa motif kriminal atau politik.

Piromania adalah gangguan kontrol impuls yang serius dan langka. Berdasarkan kriteria klinis, penderita piromania menunjukkan tiga karakteristik utama: (a) kegagalan berulang untuk menahan dorongan menyalakan api tanpa motif keuntungan materi, ekspresi ideologi, atau balas dendam; (b) ketertarikan atau rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap api dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemadaman api; serta (c) adanya ketegangan emosional sebelum menyalakan api dan perasaan lega, kepuasan, atau kenikmatan yang intens saat melihat api berkobar. Berbeda dengan pembakaran sengaja (arson) untuk tujuan kriminal, piromania bersifat patologis dan didorong oleh kebutuhan psikologis internal.

Contoh Nyata:

Seseorang yang didiagnosis dengan piromani mungkin selama berminggu-minggu merasakan ketegangan yang menumpuk tanpa alasan yang jelas. Ketegangan itu semakin kuat hingga akhirnya ia menyalakan api kecil di tempat yang tersembunyi, dan setelah api menyala, ia merasakan kelegaan yang luar biasa. Ia tidak bermaksud menyakiti siapa pun dan tidak mendapatkan keuntungan finansial apapun dari tindakannya. Setelah kejadian itu, siklus ketegangan dimulai lagi. Inilah yang membedakan piromani dari kejahatan pembakaran biasa: dorongannya berasal dari dalam, bersifat kompulsif, dan terkait langsung dengan regulasi emosi yang terganggu.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • APA Dictionary of Psychology
  • DSM-5-TR. American Psychiatric Association.
  • Johnson, R. S., & Netherton, E. (2017). Fire setting and the impulse-control disorder of pyromania. American Journal of Psychiatry Residents' Journal.
Terverifikasi
Editor: Victory Kamilio Hadi
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 27 Juni 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback