Self Serving Bias
Self Serving bias
Ringkasan Singkat
Kecenderungan untuk menghubungkan keberhasilan dengan faktor internal diri sendiri dan kegagalan dengan faktor eksternal.
Self serving bias adalah distorsi kognitif di mana seseorang mengambil kredit penuh atas hasil positif namun menyalahkan lingkungan atau orang lain atas hasil negatif.
Bias ini dianggap sebagai mekanisme perlindungan diri yang berfungsi untuk menjaga harga diri (self-esteem) dan menghindari rasa malu. Meskipun membantu individu tetap percaya diri, bias ini dapat menghambat pertumbuhan pribadi jika seseorang terus-menerus menolak untuk belajar dari kegagalan mereka sendiri atau tidak mengakui tanggung jawab pribadi.
Contoh:
Seorang mahasiswa mendapat nilai bagus di ujian dan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa itu karena ia rajin belajar dan memang pandai dalam pelajaran tersebut. Namun, ketika ia mendapat nilai buruk di ujian berikutnya, ia menyalahkan soal ujian yang tidak adil, dosen yang menjelaskan dengan buruk, atau kondisi ruangan yang tidak nyaman. Pola inilah yang disebut bias self-serving, di mana keberhasilan selalu menjadi cerminan kemampuan diri, sementara kegagalan selalu ada alasan di luar diri.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Miller, D. T., & Ross, M. (1975). Self-serving biases in the attribution of causality.
- Myers, D. G. (2013). Social Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.