PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi KlinisPsikologi Kesehatan

Stresor

stressor

Ringkasan Singkat

Setiap peristiwa, kekuatan, atau kondisi yang memicu stres fisik atau emosional pada individu.

Stresor adalah agen pemicu yang memaksa tubuh atau pikiran untuk beradaptasi. Stresor dapat berupa faktor eksternal, seperti kebisingan, kemacetan lalu lintas, atau kehilangan pekerjaan, maupun faktor internal, seperti pikiran negatif, rasa sakit fisik, atau kecemasan akan masa depan. Stresor bisa bersifat fisik (seperti cedera atau penyakit), psikologis (seperti kekhawatiran atau rasa takut), maupun sosial (seperti konflik interpersonal atau tekanan pekerjaan).

Setiap stresor menuntut adanya respons penyesuaian atau strategi koping dari individu yang terkena dampak. Dampak stresor sangat subjektif; sesuatu yang dianggap sebagai tantangan menarik bagi satu orang mungkin menjadi ancaman yang melumpuhkan bagi orang lain, tergantung pada sumber daya dan persepsi individu tersebut.

Contoh:

Seorang karyawan mendapat informasi bahwa perusahaannya akan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Ancaman kehilangan pekerjaan ini adalah stresor psikologis. Akibatnya, karyawan tersebut mengalami gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan bahkan mengalami sakit kepala atau sakit perut yang merupakan wujud fisik dari respons stres tubuhnya.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Selye, H. (1936). A syndrome produced by diverse nocuous agents. Nature, 138, 32.
  • Selye, H. (1956). The Stress of Life. McGraw-Hill.
  • Selye, H. (1974). Stress without Distress. Lippincott.
Terverifikasi
Editor: Victory Kamilio Hadi
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 27 Juni 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback