Teknik Kaki di Pintu
Foot in the Door
Ringkasan Singkat
Teknik persuasi di mana seseorang memulai dengan permintaan kecil agar orang lain lebih mudah menyetujui permintaan yang lebih besar sesudahnya.
Foot-in-the-door adalah strategi persuasi di mana membuat seseorang menyetujui permintaan kecil akan membuat mereka jauh lebih mungkin untuk setuju terhadap permintaan yang lebih besar di kemudian hari. Ini adalah salah satu teknik kepatuhan yang paling banyak diteliti dalam psikologi sosial. Teknik ini bekerja berdasarkan prinsip konsistensi diri, yaitu kecenderungan manusia untuk bersikap konsisten dengan keputusan dan komitmen yang sudah pernah mereka buat sebelumnya.
Contoh:
Seorang donatur lembaga amal pertama-tama meminta seseorang untuk menandatangani petisi online yang sederhana terkait isu lingkungan. Beberapa minggu kemudian, donatur tersebut kembali dan meminta orang yang sama untuk menyumbangkan sejumlah uang yang cukup besar untuk program lingkungan. Karena orang tersebut sudah pernah menyatakan kepeduliannya terhadap isu lingkungan melalui tanda tangan petisi, ia merasa perlu untuk tetap konsisten dengan sikap tersebut dan akhirnya cenderung menyumbang.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Freedman, J. L., & Fraser, S. C. (1966). Compliance without pressure: The foot-in-the-door technique. Journal of Personality and Social Psychology, 4(2), 195-202.
- Cialdini, R. B. (1984). Influence: The Psychology of Persuasion. HarperCollins.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.